Rabu, 03 Maret 2010



Pada tahun 2005, nama Jamie Cullum kian terkenal bukan hanya di kalangan penikmat musik jazz saja. Hampir semua pencinta musik tahu dan suka dengan lagu. MIND TRICK Sejak saat itu, rasanya Jamie sudah cukup lama tidak mengeluarkan album baru. Namun ternyata, ini bukan berarti ia sedang vakum dari dunia musik. Jamie tetap berkarya dengan mengisi soundtrack beberapa film seperti Meet the Robinsons (2007), Grace is Gone (2007) dan puncaknya ketika ia dinominasikan untuk meraih piala Golden Globe untuk lagu "Gran Torino" (2008), hasil kolaborasinya dengan sang sutradara kawakan: Clint Eastwood. Berselang empat tahun setelah merilis albumnya yang berjudul "Catching Tales", ia akhirnya hadir kembali dengan album "The Pursuit".



Mendengarkan "The Pursuit" rasanya seperti mengendarai mesin waktu, menjelajah berbagai dekade
(from Cole Porter to Rihanna!) untuk menikmati berbagai jenis musik. Jamie Cullum lebih memilih
untuk bereksperimen agar bisa memberikan sesuatu yang baru dalam album barunya. Untuk itu, Jamie
berhak untuk mendapatkan perhatian yang lebih atas usahanya mencampur berbagai aliran musik, mulai
dari jazz klasik/standard, kontenporer, britpop, bahkan techno. Para musisi/vokalis jazz pastilah
sudah terbiasa meng-cover lagu-lagu Cole Porter. Namun sampai saat ini, mungkin hanya Jamie Cullum
yang berani mendaur ulang sebuah lagu R'n'B milik Rihanna "Don't Stop the Music".

Album ini dibuka dengan lagu "Just One of Those Things" dengan intro vokal Jamie yang khas diiringi
alunan piano kemudian disambut oleh iringan big band yang megah, kian mempertegas eksistensi Jamie
Cullum sebagai seorang musisi jazz. Namun, selama ini Jamie Cullum memang dikenal sebagai salah
satu musisi crossover yang jenius. Ia tidak melulu membawakan musik jazz. Seperti dalam lagu "I'm
All Over It" yang dipilih sebagai hit pertama di album ini, lebih bernuansa pop dan gampang akrab
di telinga siapa saja. "Wheels" dan "Mixtape" sedikit banyak mengingatkan saya pada musik Coldplay
khususnya pada permainan piano sang vokalis: Chris Martin. Sedangkan untuk "We Run Things" dan
"Music is Through", kedua lagu ini mampu memperdengarkan Jamie Cullum sebagai musisi serba bisa
yang tak kalah asyik jika dibandingkan dengan sang maestro music-techno: Moby. Selanjutnya, Jamie
Cullum tak lupa menyelipkan sebuah lagu dengan beat-beat khas musik latin yang mampu mengajak
pendengarkan untuk berdansa atau bergoyang: "You and Me are Gone". Memang, album Jamie Cullum kali ini lebih didominasi oleh lagu-lagu upbeat. Namun, lewat lagu "I Think I Love", Jamie tetap bisa
menghadirkan suasana tenang lewat vokal dan permainan pianonya.

Secara pribadi, "The Pursuit" adalah album yang terbaik dari Jamie Cullum. Jika dibandingkan dengan
album-album sebelumnya, saya merasa bahwa album ini lebih variatif, lebih kaya, lebih berani dan
materinya lebih matang (mungkin karena dipersiapkan lebih lama). Don't miss it. Sangat disayangkan
bila anda harus melewatkannya. (4,5 out of 5 stars ) - Theo Karaeng - JuzzJazz.com

Comments :

0 komentar to “ ”

Posting Komentar

 

Copyright © 2009 by Music in your Live